Kamis, 11 November 2010

Cara memotivasi siswa

  1. Ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, yaitu:
a.         Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. sebelum memulai proses belajar mengajar seorang guru seharusnya terlebih dahulu menjelaskan Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapai setelah proses belajar mengajar kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
b.         Hadiah
Memberikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat siswa, agar siswa tersebut mau belajar lebih giat lagi. Selain itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar ketertingalannya dengan siswa lain yang berprestasi.
c.         Saingan/kompetisi
Mengadakan persaingan di antara siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, sehingga siswa tersebut akan berusaha memperbaiki hasil belajar yang telah ia capai sebelumnya.
d.         Pujian
Pujian merupakan motivasi yang paling mudah dilakukan. Dengan pujian kepercayaan diri siswa akan meningkat sehingga siswa akan lebih berani mengungkapkan pertanyaan atau pendapat saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga akan terjadi komunikasi dua arah antara guru dan siswa serta siswa tersebut akan lebih memahami dan akan benar – benar mengingat jawaban dari pertanyaannya sehingga pengetahuan yang telah disampaikan oleh guru tidak mudah dilupakan begitu saja.
e.         Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Hukuman yang dimaksud disini haruslah benar – benar dapat mendidik siswa bukan hukuman yang dapat membuat siswa justru merasa tertekan mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
g.         Membentuk kebiasaan belajar yang baik
            Membentuk kebiasaan belajar yang baik seperti saat proses belajar mengajar akan berakhir guru hendaknya menyimpulkan kembali apa yang telah dipelajari agar siswa lebih mengerti atau juga memberikan kesempatan bertanya pada siswa saat proses pembelajaran berlangsung sehingga guru dapat mengetahui poin – poin mana yang belum dipahami oleh siswa sehingga guru dapat mengulang penjelasaan agar siswa lebih mengerti.
h.         Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
i.          Menggunakan metode yang bervariasi
            Seorang guru harus dapat memilih metode yang tepat untuk setiap pokok bahasan yang akan diajarkan di kelas karena dengan metode yang tepat ilmu pengetahuan yang ingin disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh siswa. Metode yang dipilih haruslah metode yang menyenangkan dan dapat membuat siswa termotivasi untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan lebih serius lagi.
j.                    Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran
Media yang menarik dapat menarik perhatian siswa untuk mau mengikuti pembelajaran dengan sungguh – sungguh.

  1. Latar belakang dan konsep dasar pengembangan siasat pengajaran
A.    Latar belakang
Seorang pengajar harus melakukan segala hal untuk membawa para siswa belajar. Hal – hal yang biasanya dilakukan adalah menetukan tujuan, menyiapkan rencana pengajaran dan tesnya, memotivasi siswa, menyajikan informasi, memberikan tes dan menskornya.
Dalam suatu perangkat material pengajaran yang dirancang secara seksama, material itu harus membuat banyak siasat atau prosedur yang pada umumnya digunakan seorang guru ketika menghadapi sekelompok siswa. Karena itu seorang guru perlu mengembangkan siasat pengajaran yang sejauh mungkin dengan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya tentang cara – cara memperlancar proses belajar.
B.     Konsep 
Siasat pengajaran menjelaskan tentang komponen umum suatu perangkat material pengajaran dan prosedur – prosedur yang akan digunakan pada material tersebut untuk menimbulkan hasil belajar dari para siswa atau buah dari belajar tertentu. Perhatikanlah betul – betul bahwa suatu siasat pengajaran lebih dari sekedar uraian yang sederhana tentang isi yang akan disajikan kepada siswa.
 Bagian dari siasat pengajaran dan mengacu kepada pengurutan penyampaian informasi, ini tidak berbicara tentang apa yang akan anda lakukan sebelum menyampaikan informasi tersebut, tetapi tentang apa yang akan siswa –siswa kerjakan dengan informasi itu dan bagaimana siswa – siswa tersebut akan diuji.
Dalam siasat pengajaran ada lima komponen utama, yaitu : (1) kegiatan prapengajaran, (2) penyajian informasi, (3) peran serta siswa, (4) pengetesan, dan (5) tindak ikutan.

  1. Seorang guru harus terampil melakukan kegiatan prapengajaran agar guru tersebut dapat mengetahui :
(1) Tingkat motivasi siswa yang akan diajarnya, hal ini dapat diketahui dari cara siswa
menjawab salam saat guru memasuki kelas untuk memulai pengajaran. Jika siswa menjawab salam dengan suara lemah, itu berarti  tingkat motivasi belajar siswa rendah, jika demikian seorang guru harus meningkatkan motivasi belajar siswa.
(2) Apa yang dapat dilakukan siswa setelah mereka selesai melakukan kegiatan
pengajaran(tujuan pembelajaran) sehingga guru dapat mengetahui aspek – aspek apa saja yang akan menjadi bahan penilaian saat melakukan evaluasi.
(3) Mengetahui keterampilan prasyarat yang harus dimiliki siswa sebelum pengajaran
dimulai untuk mengetahui perlu atau tidaknya mengulang meteri yang telah diajarkan sebelumnya, yang mana materi tersebut merupakan materi prasyarat yang harus dimiliki siswa sebelum siswa tersebut mempelajari pelajaran berikutnya dan bila pengetahuan ini belum dipahami oleh siswa maka pelajaran yang berikutnya tidak dapat diajarkan kepada siswa. Contohnya sebelum mempelajari konfigurasi elektron pada subkulit siswa terlebih dahulu harus mempelajari bilangan kuantum.


  1. Hal – hal yang perlu dimiliki seorang guru agar terampil menyajikan materi pelajaran, yaitu:
·        Mengurutkan pengajaran, maksudnya bagi suatu tugas yang sifatnya prosedur harus disusun dari titik mula  hingga ke titik akhir, jika dalam prosedur tersebut ada langkah – langkah pokok dalam prosedur itu yang mempunyai kapabilitas bawahan, maka kapabilitas bawahan itu perlu diajarkan lebih dahulu sebelum berlanjut kekomponen pokok berikutnya.
·        Mengukur atau menentukan seberapa luas isi materi yang akan disampaikan agar tidak terlalu banyak informasi yang disampaikan kepada siswa, khsususnya informasi yang tidak ada hubungannya dengan tujuan pembelajaran.
·        Menentukan macam dan banyaknya contoh yang diberikan untuk tiap – tiap konsep.

  1. Cara memaksimalkan agar peserta didik berperan serta dalam proses belajar mengajar, yaitu :
·        Memotivasi siswa agar siswa memiliki semangat dan rasa percaya diri yang tinggi untuk mengikutu proses belajar mengajar
·        Memilih metode dan media pembelajaran yang tepat agar dapat meningkatkan minat belajar siswa.
·        Memberikan kepada siswa kegiatan – kegiatan yang ada kaitannya secara langsung dengan tujuan pembelajaran
·        Memberi kesempatan pada siswa untuk mempraktekkan apa yang diinginkan, dan mampu dilakukan oleh mereka,
·        Memberi feed back (umpan balik). Umpan balik bagi peserta didik merupakan penilaian yan akan membantu peserta didik untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan dan ketrampilan siswa. Umpan balik di dalam belajar sangat penting, supaya siswa segera mengetahui benar tidaknya pekerjaan yang ia lakukan. Umpan balik dari guru sebaiknya adalah sesuatu mampu menyadarkan siswa terhadap kesalahan mereka dan meningkatkan pemahaman siswa akan pelajaran tersebut.




  1. Cara memberikan tes pada siswa adalah
·        Tes perilaku masukan, yaitu memilih jenis tes yang akan diberikan yaitu, tes lisan atau tes terulis.
·        Pretest , yaitu tes yang diberikan sebelum pelajaran dimulai dengan maksud untuk mengetahuan kemampuan awal siswa mengenai topik suatu bahasan materi yang akan dipelajari.
·        Tes sisipan atau tes sambil jalan, yaitu tes yang dilakukan pada saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Tes berfungsi untuk membuat siswa benar-benar serius dan berperan aktif dalam proses belajar mengajar, serta untuk mempertahankan agar perhatiaan siswa tetap dalam materi yang diajarkan oleh guru.
·        Pascates, yaitu tes yang diberikan diakhir pengajaran, setelah guru memberikan atau menyampaikan materi yang dipelajari dengan jelas. Tes ini berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai materi yang telah diajarkan dan untuk mengetahui apakah siswa sudah benar – benar paham dengan materi tersebut.

  1. Cara memberikan umpan balik dengan benar, yaitu
Bagi seorang pendidik, umpan balik merupakan penilaian yang akan membantu pendidik untuk mengukur efektifitas pembelajaran di kelas. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.
Terkait dengan umpan balik yang efektif, maka dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
·         Memberikan pemahaman yang jelas tentang tujuan pembelajaran, baik secara lisan, tertulis maupun dalam bentuk lainnya. Apabila para siswa telah dapat memahami tentang kriteria keberhasilan pembelajarannya, mereka akan terbantu untuk mengarahkan belajarnya dan mereka akan lebih mampu untuk melaksanakan proses pembelajarannnya
·         Membandingkan hasil belajar siswa dengan kriteria keberhasilan telah telah dikomunikasikan sebelumnya. Contoh sederhana pemberian umpan balik yaitu dengan membuat sebuah format tentang “Daftar Kriteria Keberhasilan”. Dalam daftar tersebut, guru dapat memberikan tanda + (plus) untuk menunjukkan tentang kriteria yang telah berhasil dipenuhi siswa dan memberikan catatan tertentu untuk yang belum dipenuhinya.
·         Metiap siswa harus diberi bantuan dan kesempatan untuk melakukan perbaikan. Guru tidak hanya memberikan umpan balik yang mencerminkan tentang kinerja yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran siswanya, tetapi juga harus dapat memberikan strategi dan tips tentang cara yang lebih efektif untuk mencapai tujuan, serta kesempatan untuk menerapkan umpan balik yang diterimanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar