Kamis, 11 November 2010

Pengetahuan Deklaratif Dan Pengetahuan Prosedural


1.     Pengetahuan Deklaratif

Para psikolog kognitif membayangkan ingatan jangka panjang sebagai ruang yang penuh dengan proposisi (ide atau gagasan yang mencakup beberapa hal), yang masing – masing menjadi unit informasi dasar. Tetapi unit – unit tidak lepas yang satu dari yang lain, tetapi terdapat jaringan proposisi, diantara unit yang saling terkait. Keterkaitan itu terbentuk selama masing – masing proposisi masih dalam ingatan kerja (ingatan jangka pendek), yang menciptakan himpunan ide – ide yang saling berhubungan.

 Berbagai jaringan proposisi memuat apa yang disebut pengetahuan deklaratif. Pengetahuan deklaratif yaitu pengetahuan tentang hal – hal yang faktual, yang merupakan fakta nyata. Pengetahuan deklaratif meliputi fakta dan data yang terpisah – pisah, himpunan fakta, generalisasi dan teori. Menurut Teori R.M Gagne, pengetahuan deklaratif terutama ditemukan dalam belajar informasi verbal dan belajar sikap.   

Pengetahuan deklaratif rentangnya sangat beragam, bisa berupa pengetahuan tentang fakta, generalisasi, pengalaman pribadi atau aturan tertentu. Belajar pengetahuan deklaratif sinonim dengan pembentukan makna.
Pengetahuan deklaratif diperoleh bila suatu proposisi baru dihubungkan dengan proposisi lama. Menghubung – hubungkan itu berlangsung dalam ingatan kerja ketika informasi lama dan informasi baru dipertemukan untuk menghasilkan pengetahuan baru.

Pengetahuan deklaratif selalu diidentikan dengan memori jangka pendek (short term memory). Memori Kerja atau memori jangka pendek, menyimpan lima sampai sembilan informasi pada satu waktu sampai sekitar 20 detik, yang cukup lama untuk pengolahan informasi terjadi. Memori kerja adalah tempat dimana informasi baru ini berada dan digabungkan dengan pengetahuan yang berasal dari memori jangka panjang (informasi lama). Kapasitas memori kerja ini sangat terbatas, dari berbagai eksperimen kapasitas yang dapat disimpan sekitar lima sampai sembilan hal baru dalam satu waktu. 

Contoh : Rumus empiris adalah rumus yang paling sederhana dari suatu senyawa yang menunjukkan perbandingan terkecil atom – atom dalam senyawa.
Informasi lama : konsep atom dan senyawa
Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat – sifat unsur itu.
Senyawa adalah gabunga dua buah unsur atau lebih yang bergabung dengan perbandingan tertentu.
Informasi baru : rumus empiris.

2.     Pengetahuan Prosedural

Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan mengenai cara melakukan sesuatu atau berbuat sesuatu. Sekali dikuasai pengetahuan prosedural diterapkan dengan cepat dan secara otomatis. Dalam sistematika jenis belajar menurut R.M.Gagne, pengetahuan prosedural terutama ditemukan dalam kemahiran intelektual, belajar kemampuan kognitif dan belajar kemampuan motorik.
Sebagai langkah pertama dalam memahami perolehan pengetahuan prosedural, penting untuk membedakan antara dua bentuk prosedural, sebab proses-proses belajar untuk masing-masing bentuk berbeda. Prosedur-prosedur pengenalan-pola mendasari kemampuan untuk mengenal dan mengklasifikasikan pola-pola stimulus internal dan eksternal. Prosedur-prosedur urutan-aksi mendasari kemampuan untuk melakukan urutan-urutan operasi-operasi terhadap simbol-simbol.

Untuk dapat menyelesaikan permasalahan seseorang harus melaksanakan langkah-langkah dalam urutan yang benar. Penyajian pengetahuan yang mendasari tindakan tersebut disebut prosedur urutan-aksi.

Memori Jangka Panjang menyimpan informasi yang sangat besar dalam waktu yang lama. Informasi di dalamnya disimpan dalam bentuk secara verbal dan visual. Memori yang berhubungan dengan bagaimana melakukan sesuatu disebut memori prosedural. Untuk mempelajari suatu prosedur seperti mengendarai sepeda, setelah dipelajari, pengetahuan ini dapat terus diingat dalam waktu yang lama.

            Contoh : Menentukan rumus molekul senyawa
Suatu senyawa organik mengandung 40%  berat C, 6,6% berat H dan sisanya berat oksigen. Jika massa molekul relatif (Mr = 90), tentukan rumus molekul senyawa tersebut!
Penyelesaian:
Tahap 1 : menghitung berat O dengan cara mengurangkan 100% berat senyawa dengan %berat C dan H.
Berat C = 40%, berat H = 6,6%
Maka berat O = 100% - (40% + 6,6%) = 53,4%
Tahap 2 : membuat perbandinga mol C, H, dan O
Mol C : mol H : mol O  =
                                       = 3,3 : 6,6 : 3,3
                                       = 1 : 2: 1
Tahap 3 : dari perbandingan mol yang telah diperoleh maka diketaui rumus empirisnya.
Maka rumus empiris senyawa tersebut CH2O
Tahap 4 : menentukan nilai n dengan rumus : Mr(rumus empiris)n
Mr(CH2O)n           = 90
(12 + 2(1) + 16 )n = 90
30n                        = 90
n                            = 3
Tahap 5 : menetukan rumus molekul dengan : (rumus empiris)n
Maka rumus molekulnya adalah (CH2O)3 = C3H6O3 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar